Peran Guru, Sekolah dan Orang Tua untuk Menciptakan Pendidikan yang Lebih Berkualitas

Puji dan syukur patut kita haturkan kepada Sang Pencipta atas rahmatNya kegiatan Innovation School Leaders and Teachers Forum (ISLTF) HAFECS ke 29 Special Parenting dapat terselenggara dengan baik. Lebih dari 4000 peserta mengikuti kegiatan tersebut melalui platform virtual Zoom dan kanal Youtube HAFECS. Acara ini disajikan langsung oleh Direktur sekaligus Master Trainer HAFECS, Bapak Dr. (Cand) Zulfikar Alimuddin, B.Eng., M.M. Kemudian, HAFECS turut mengundang Public Figure sekaligus Pemerhati Anak sebagai pembicara kedua, yaitu Ibu Shahnaz Haque.

Tema besar yang dibawakan pada kesempatan tersebut adalah Peran Guru, Sekolah dan Orang Tua untuk Menciptakan Pendidikan yang Lebih Berkualitas.

Di sela-sela sesi berlangsung, Zulfikar menuturkan bahwa peringkat Indonesia pada PISA meningkat pada Tahun 2018, berada di posisi 74 dari 79 negara yang berpartisipasi. Namun skor Indonesia menurun dibandingkan Tahun 2015. “Yang membuat kita tambah sedih adalah, ketika anggaran pendidikan meningkat, sertifikasi ada, ada PPG begitu ya, kok literasinya tetap rendah, apa yang salah sama Bangsa ini?” ungkap Zulfikar.

Ia menambahkan bahwa pendidikan Indonesia mau tidak mau berkaitan langsung dengan kualitas guru. Guru yang professional ialah guru yang “menguasai” kualitas pengajaran dan kualitas personalnya (Mindset).

Beberapa contoh bagaimana cara atau peran orang tua bisa mengembangkan literasi dan potensi anak dikutip dalam pernyataan Zulfikar:

  1. Ajak anak berbicara;
  2. Papar anak dengan berbagai jenis buku;
  3. Tanamkan pentingnya kerja keras;
  4. Jangan biarkan anak-anak takut gagal;
  5. Jalin komunikasi dan kolaborasi bersama sang guru;
  6. Tawarkan pengalaman dan kesempatan kepada anak.

Acara ini terdiri dari dua sesi yakni penyampaian materi & talkshow dan tanya jawab. Pada sesi kedua dalam talkshow yang disajikan oleh Ibu Shahnaz Haque selama 45 menit dan diakhiri tanya jawab selama 45 menit.

Shahnaz mengungkapkan bahwa menjadi orang tua dan pendidik itu tidak gampang. Perlu penguasaan atau pengendalian diri yang baik. Orang tua juga tidak boleh menjadi toxic parenting, suka melakukan kekerasan kepada anak.

“Tidak semua orang siap menjadi orang tua, kalau kita ingin mencetak anak-anak berprestasi, kita musti setting intentions atau yaitu memperbaiki niat, membersihkan hati, meluruskan niat. Karena anak yang bersemangat jika pertama dia memiliki orang tua yang mendukung, kedua ada di lingkungan yang tidak beracun (toxic), ketiga dia musti sehat fisik dan pikirannya” ungkap Shahnaz.

“Memperbaiki diri adalah kunci agar para orang tua dan guru dapat memberikan pendidikan serta mengayomi anak dengan baik. Stop kekerasan pada anak”. Kutipan dari pernyataan Shahnaz.

Acara ISLTF ini beralokasi waktu selama dua jam penuh membahas Peran Guru, Sekolah dan Orang Tua untuk Menciptakan Pendidikan yang Lebih Berkualitas bersama Direktur HAFECS, Dr. (Cand) Zulfikar Alimuddin, B.Eng., M.M dan Shahnaz Haque.

Perlu diketahui bahwa, HAFECS memiliki tujuan untuk mengajak para guru agar selalu menjaga profesionalitas mereka dengan cara merefresh kembali kualitas pengajaran melalui training-training khusus dan lebih mendalam. Melalui http://guruinovatif.id HAFECS menyajikan kursus-kursus baik itu daring maupun luring yang dapat diakses secara real-time. Disana anda dapat belajar banyak tentang penguasaan kompetensi guru versi guru inovatif HAFECS.

HAFECS terus mengadakan kegiatan seminar daring sebagai bukti nyata bahwa HAFECS berpartisipasi dalam mempercepat transformasi pendidikan Indonesia ke arah yang lebih baik. Mari bersama-sama membangun pendidikan Indonesia. Salam guru inovatif. (galih/hafecs)

You May Also Like

Menerjang Banjir Dan Menyalurkan Bantuan, Hasnur Group Melalui Yayasan Hasnur Centre Berkolaborasi Membantu Banua

Selamat atas Pengangkatan DDL & VDDL SMP-SMA GIBS

Yayasan Hasnur Centre Menggelar Bakti Sosial Di Hari Ulang Tahun Ke-10

Seluruh Siswi dan Pendamping Immersion Program SMA GIBS Negatif Covid-19

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *