Sebanyak 30 pengurus koperasi di Kabupaten Banjar mengikuti Diklat Kewirausahaan Koperasi yang digelar oleh Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (KUMPP) Kabupaten Banjar, pada 10–11 Februari 2026 di Banjarbaru. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penguatan tata kelola dan keuangan, tetapi secara khusus menekankan pentingnya kewirausahaan sebagai motor penggerak koperasi modern.
Peran Wetland Box Incubator dalam pelatihan ini menjadi penguat utama pada aspek kewirausahaan. Melalui pendekatan inkubasi berbasis praktik, peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga diajak terlibat langsung dalam diskusi, studi kasus, dan simulasi usaha. Pendekatan ini membantu pengurus koperasi memahami secara konkret bagaimana mengembangkan koperasi menjadi entitas bisnis yang lebih aktif, adaptif, dan berorientasi pasar.

Narasumber dari Wetland Box, Sri Annisa, menekankan bahwa koperasi harus berani bertransformasi dengan membangun entrepreneurial mindset. Ia mendorong pengurus koperasi untuk lebih jeli melihat peluang pasar, menyusun strategi usaha, serta menciptakan inovasi yang relevan dengan kebutuhan anggota dan masyarakat.
Penguatan tersebut dipertegas oleh Siti Salimah yang menilai koperasi memiliki potensi besar sebagai motor ekonomi lokal jika dikelola dengan pendekatan kewirausahaan yang tepat. Menurutnya, koperasi tidak cukup hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi harus mampu mengembangkan unit usaha produktif yang memberikan nilai tambah secara nyata.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (KUMPP) Kabupaten Banjar, Linda Yunianti, menegaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk melahirkan pengurus koperasi yang profesional dan bertanggung jawab. Ia berharap, dengan kombinasi kemampuan manajerial dan kewirausahaan, koperasi di Banjar dapat tumbuh lebih kuat, produktif, dan berdaya saing.
Melalui kolaborasi ini, Pemerintah Kabupaten Banjar optimistis koperasi dapat naik kelas menjadi pelaku usaha yang tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang secara berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi.









