Jika biasanya siswa-siswi SMA GIBS pergi ke Australia untuk melaksanakan Immersion Program atau belajar di luar negeri, kali ini terasa berbeda karena Bunbury Cathedral Grammar School (BCGS) Australia yang menyambangi Pulau Kalimantan, dalam program bertajuk Borneo Bound BCGS x GIBS Experiential Learning Program 2026.
Ada banyak aktivitas yang dilakukan siswa-siswi BCGS Australia dan GIBS selama di Kalimantan, mulai dari mempelajari fauna endemik seperti Orang Utan dan Bekantan, melaksanakan aksi sosial di desa binaan Yayasan Hasnur Centre dan Sekolah Islam Terpadu An-Nur Tapin, hingga mempelajari budaya lokal Kalimantan Selatan.
Puncak kehangatan program ini terekam jelas dalam acara perpisahan (farewell party) yang penuh warna. Suasana malam itu sangat meriah dengan berbagai penampilan seni yang memukau. Siswa-siswi GIBS menyuguhkan tarian tradisional yang rancak serta pementasan teater yang penuh makna. Tak mau kalah, peserta didik dari BCGS juga ikut tampil membawakan tarian yang disambut tepuk tangan meriah. Kehangatan semakin terasa saat video recap diputar, memperlihatkan kembali momen-momen kebersamaan mereka selama di Kalimantan yang memancing tawa sekaligus rasa haru.
Di sela acara, Principal of SMP GIBS, Muhammad Mustain menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas hubungan erat yang terjalin selama ini. “Saya merasa senang dan bangga karena GIBS dan BCGS masih terus menjadi school sister. Saya juga sangat senang melihat GIBS masih rutin berkunjung setiap tahun ke Australia, dan momen ini menjadi sangat spesial karena ini adalah pertama kalinya siswa BCGS yang berkunjung langsung ke GIBS,” ungkap sosok yang akrab disapa Mr. Ain tersebut.
Keseruan ini merupakan buah dari pengalaman live-in selama sepekan. Para pelajar dari Australia memberanikan diri tinggal langsung di asrama GIBS, berbagi atap, menjalani rutinitas harian yang padat, hingga mengobrol santai sebelum tidur. Dari momen sederhana inilah, rasa saling mengerti tumbuh dengan sendirinya, membuktikan bahwa di balik perbedaan tradisi, kita semua memiliki ritme hidup yang serupa.
Tidak hanya di asrama, pembelajaran juga berlanjut ke alam terbuka. Para siswa menjelajahi bentang alam Kalimantan yang eksotis untuk belajar langsung tentang kelestarian lingkungan. Gabungan antara diskusi di kelas dan petualangan di alam ini membuat mereka tidak hanya semakin pintar secara wawasan, tapi juga lebih peduli terhadap bumi.
Pada akhirnya, Borneo Bound BCGS x GIBS Experiential Learning Program 2026 menyadarkan semua orang bahwa perbedaan bahasa dan negara bukanlah penghalang. Hubungan yang terjalin terasa sangat tulus karena didasari oleh rasa kekeluargaan sebagai sesama manusia. Program ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan adalah alat paling hebat untuk menyatukan perbedaan menjadi satu keluarga besar yang harmonis.








